Kita Semua Harus Berbicara

Apakah anda lebih suka

Melompat keluar pesawat terbang tanpa parasut? ATAU Berbicara didepan orang banyak yang sangat asing bagi anda?

Bila jawaban anda yang kedua, jangan merasa tak enak. Banyak orang seperti anda. Meskipun setiap hari kita berbicara, toh sering kali hal ini sulit dilakukan, apalagi berbicara didepan khalayak ramai atau audience, dan terkadang juga kita dapat melakukannya dengan baik. Jalan menuju sukses, baik sosial maupun profesional, dilalui lewat berbicara (berkomunikasi). Bila anda tidak meyakinkan sebagai pembicara, maka jalan itu akan sangat buruk.

Pengalaman lain adalah seorang teman perempuan memberitahukan bahwa dia lebih berani melahirkan bayi beberapa kali pun dari pada melakukan presentasi (berbicara didepan umum). Kalau melahirkan, katanya, ia hanya harus menghadapi satu dua dokter, perawat dan suami yang menemani. Mereka adalah orang-orang yang sudah lama dikenal, baik hati, dan berada disana untuk membantu bukan mempersulit. Sebaliknya, ketika melakukan presentasi, anda harus berhadapan dengan orang-orang yang karakternya bermacam-macam dan kadang bisa menyulitkan anda. Mereka terkadang datang untuk mengambil manfaat, bukan memberi. Kadang mereka ingin menguji atau setidaknya ingin mengatakan, “Saya juga tahu kok,” atau “Saya tahu lebih dari sekedar yang anda sampaikan”.

More

Advertisements

Ayo Berbicara (di Radio & Televisi)

Berbicara bukan hanya melepaskan kata menjadi kalimat tapi membuat kalimat yang diucapkan dimengerti oleh audience kata per kata……

 

Berbicara adalah salah satu kebiasaan yang kita lakukan, dari kecil sampai dengan saat ini. Dari bangun tidur sampai sebelum tidur bahkan saat tidur terkadang kita berbicara. Namun semua keberanian yang melekat dalam diri kita terkadang bisa tidak berarti atau tidak berani ketika saat bersamaan kita dihadapkan dengan Microfone atau kamera dengan tata cahaya yang menyorot ke arah kita.

Apa yang salah dengan kita? Barangkali ini yang menjadi pertanyaan lanjutan. Diri kita yang tadinya punya keberanian, diri kita yang sebelumnya punya rasa percaya diri yang besar tiba-tiba redup manakala kita dihadapkan dengan microfone atau kamera. Saatnya bagi kita untuk merasakan bahwa microfone atau kamera adalah “teman” dan juga sarana untuk kita bisa mengekspresikan potensi yang ada dalam diri kita tanpa takut dan ragu. Saatnya bagi kita untuk tampil dan siap, saat ini atau kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kalinya.

 

Pelaku di Bidang Radio dan Televisi

Melalui acara-acara yang ditampilkan di Televisi dan Radio kita banyak mengenal penyiar-penyiar dengan kemampuan berbicara dan membawakan acara yang Handal. Nama-nama besar seperti Koes Hendratmo, Farhan, Ida Arimurti, Inneke Koesherawatie, Mutia Kasim dan masih banyak lagi merupakan personal yang besar karena kiprahnya baik di radio maupun televisi.

Dari tokoh-tokoh yang muncul beragam nama kita mengenal dengan suara yang khas, seperti Ida Arimurti, Anita Rahman, Virgie Baker, Tina Zakaria, Ralph Tampubolon dan lain-lain. Hal ini juga dimiliki oleh penyiar lainnya baik di Radio dan Televisi yang mengatur struktur bahasanya, tutur kata, permainan intonasi yang cantik ketika membawakan acara mereka masing-masing.

Seiring dengan berkembangnya zaman, maka Televisi dan Radio berkembang pesat juga disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat akan sarana hiburan dan pendidikan. Saat ini kita bisa melihat lebih dari satu channel televisi bahkan untuk TV Lokal pun banyak bermunculan, dari yang namanya TV Swasta sampai dengan TV Komunitas. Radio juga tidak ketinggalan, dikarenakan semakin mudahnya ijin dan tersedianya kanal untuk frekuensi maka Radio juga banyak bermunculan.

More

Barangkali NOT Mungkin (for Public Speaking Tips)

Kata Mungkin atau Barangkali, maybe bagi sebagian orang akan menafsirkan sama. Tapi sadarkah kita bahwa kedua kata itu walaupun terkesan sama, namun apabila diucapkan akan terasa beda dalam penafsiran maupun pemahaman arti.

Saya bukan pakar bahasa juga bukan alumnus jurusan bahasa, namun dari pengalaman yang saya dapatkan dari dunia broadcasting (khususnya Radio) bahwa penggunaan kata Mungkin akan lebih dekat pada taraf PESIMIS atau sesuatu yang barangkali TIDAK AKAN TERJADI.

Namun apabila kita menggunakan kata BARANGKALI, maka secara psikologis kita menangkapnya hal itu akan terjadi. Berikut ada ilustrasi pengambaran akan kedua kata itu dalam satu kalimat (lagu):

[MUNGKIN]: mungkin hanya Tuhan, yang tahu sgalanya….(Kaulah Segalanya – Tito Sumarsono)

Kata ini dalam kalimat lagu tersebut menyiratkan dengan ketidak yakinan 100% terhadap Tuhan yang maha tahu. Barangkali kita masih ingat dimasa jayanya lagu ini sempat mendapat kritikan dari MUI saat itu karena dinilai lagu ini atau tepatnya kalimat dalam lagu itu meragukan bahwa Tuhan itu maha tahu segalannya tapi kok dilagu ini ….mungkin???…

More

Blog Archives

Just Click this


Yuk.Ngeblog.web.id
%d bloggers like this: