Traveling dulu, baaaruu NgeMC : atau sebaliknya

Jalan-jalan bagi saya adalah menyenangkan. Jalan-jalan juga bagi saya adalah saat dimana saya melepaskan kepenatan dari rutinitas. Yah, barangkali hampir sama dengan beberapa orang tentang makna jalan-jalan. Adalah menjadi sesuatu yang membuat saya deg-degan apabila dalam kegiatan jalan-jalan saya harus bersiap untuk aktifitas saya lainnya. NgeMC misalnya.

Oya, MC atau Pewarta Acara atau Master of Ceremony adalah salah satu pekerjaan saya disamping pekerjaan utama saya sebagai praktisi pendidikan. Dan kegiatan ini yang (menurut saya) memberikan andil lebih untuk ‘mendukung‘ kegiatan saya untuk jalan-jalan. Paham kan maksud saya 🙂 . Nah, dalam beberapa kegiatan traveling saya, saya sering berhadapan dengan situasi harus ngeMC acara terutama Wedding Party. Menghadapi situasi seperti ini tidak ada yang saya lakukan selain berdoa untuk semua perjalanan saya selamat sampai Gorontalo tanpa delay yang berarti.

Bersama Petty saat ngeMC Wedding Party Funco dan Moni

More

4 Bandara, 2 Negara, 24 Jam

Kebiasaan traveling dan kesenangan berada di bandara-bandara tempat saya datangi barangkali menjadikan alasan bagi saya untuk merubah rute perjalanan saya dari Gorontalo ke Medan beberapa waktu yang lalu. Ya, dua minggu lalu saya melaksanakan perjalanan ke Medan untuk menghadiri pernikahan salah satu kawan saya Desi Dwistratanti Sumadio dan Roby. Rencana untuk datang ke Medan telah saya rencanakan sejak mengetahui khabar bahwa Desy akan nikah seminggu setelah lebaran tepatnya tanggal 9 September.

Perencanaan awal yang saya lakukan adalah ‘Rute’. Ya, rute saya ke Medan dari Gorontalo. Seperti biasa orang yang akan menuju Medan akan mengambil rute : Gorontalo – Makassar – Jakarta, kemudian lanjut lagi penerbangan Jakarta – Medan. Namun saya kok berfikir akan merubah rute perjalanan saya itu. Saya tertarik dengan penerbangan Air Asia yang telah ada rute Makassar – Kuala Lumpur, kemudian saya lanjutkan dengan Kuala Lumpur – Medan. Sayangnya saya tidak mendapatkan rute tersebut pada hari yang sama sekaligus, karena flight dari Makassar – KL adanya sore menjelang malam dan tiba di KL malam, sedangkan flight ke Medan dan KL dengan airlines yang sama sangat mepet. Sehingga saya merencanakan untuk melanjutkan perjalanannya besok pagi.

More

Mengalah Saja

pernah gak terpikirkan dalam diri kita untuk sedikit mengalah untuk kebaikan banyak orang? pernah gak terpikirkan dalam diri kita untuk bersabar sejenak untuk kebahagiaan bersama? saya ingin share pengalaman perjalan saya pagi tadi dengan LION dari Jakarta Gorontalo transit Makassar. *cekidot*

Malam itu habis nonton pertandingan semifinal Indonesia Philipina, saya gak langsung tidur, karena berjaga untuk tidak bablas ketiduran. Maklum rencana untuk ke Bandara yang awalnya akan ditempuh dengan DAMRI dari Bogor berubah dengan Travel Cipaganti. Hal ini karena kehawatiran bakal terlambat Check in kalau saya menggunakan Damri.

Jadwal ke Bandara dari Cipaganti adalah jam 02.00 menuju bandara. Jam 01.00 supir Cipanganti menelpon untuk menginformasikan dia sudah otw menjemput. Setelah menunggu 1/2 jam, akhirnya jemputan tiba juga. Mata ini sudah tidak sabar lagi untuk segera duduk dan beristrahat dalam perjalanan ke Bandara Soeta. Perjalanan katanya akan ditempuh maksimal 2 jam. Kalau dilihat dari waktu yang ada (berangkat jam 02.00) berarti saya akan tiba di bandara jam 04.00. Oke cukuplah untuk bisa Check in dan tidak terlambat.

Benar dugaan saya, begitu badan ini duduk di travel, saya sudah tidak menyadari keadaan sekitar alias saya langsung tertidur pulas dan saya tiba-tiba dibangunkan saat tiba di bandara. Wah ternyata perjalanan hanya membutuhkan waktu 1.15 menit saja Bogor Bandara. Tiba di Bandara sekitar pukul 03.15, suasana lenggang masih nampak. Pintu masuk ruang check in saja masih tertutup. Saya menarik nafas lega karena saya tidak terlambat, malahan bisa datang sangat awal.

Tepat pukul 03.00 pintu check in di buka, dan segera kita bergegas untuk masuk dan check in. Hari itu saya berharap dengan awalnya datang untuk check in, saya bisa menempati tempat duduk paling depan. Ternyata dugaan saya meleset, karena seat dari nomer 1 sampai 9 telah di bloking oleh rombongan dan saya mendapatkan seat nomer 10A, seat favorit saya dekat jendela. Hari itu juga saya check in tanpa bagasi karena barang yang saya bawa dapat saya bawa tanpa dimasukan bagasi. Setelah itu saya bergegas masuk ke ruang tunggu, namun karena masih pagi, loket airport tax belum ada petugasnya. Kami menunggu sekitar 5 menit untuk menantikan petugas. Setelah itu kami menuju ruang tunggu di A5.

More

Green Everywhere at Danau Linow : Tomohon

Hijau dan Hijau adalah pemandangan yang memuaskan mata kita mendatangi Danau Linow yang terletak di Lahendong, Tomohon, Sulawesi Utara.

Danau kecil ini unik karena mengandung kadar belerang tinggi ini memiliki warna yang selalu berubah tergantung pada sudut pandang dan pencahayaan danau.

Di sekitar danau ini terdapat satwa endemik berupa burung blibis dan serangga yang oleh penduduk setempat dinamakan “sayok” atau “komo”. Serangga unik yang hidup di air tapi bersayap dan bisa terbang ini menjadi konsumsi penduduk setempat. Kadang-kadang terdengar kicauan burung-burung kecil dan burung putih besar yang melintasi danau.

Harga tiket masuk Rp. 25.000,- per orang dan akan mendapatkan Teh atau Kopi hangat serta cemilan bagea khas Sulawesi Utara.

Bertualang sambil menyebarkan semangat ACI

tanahku yang kucintai, engkau kuhargai…..

Setelah terpilih menjadi salah satu dari 66 Pemenang Petualang ACI detik.com, waktu untuk bertualang menjadi saat yang paling dinantikan bagi kami Kelompok 4. 16 Oktober adalah saatnya saya datang ke Jakarta untuk memulai kegiatan Briefing sebelum berpetualang dengan tujuan Nusa Tenggara Timur 2 tanggal 18 Oktober.

Tepat pukul 10.00 Kegiatan briefing yang dilakukan bersama dengan 15 petualang lainnya dimulai. Briefing diawali dengan presentasi tentang Sinar Mas, dilanjutkan dengan presentasi tentang beberapa produk sponsor seperti Nexian Journey, Optic Seis, XL dan terakhir Flip Video dari cisco. Presentasi tentang Produk Sponsor juga diikuti dengan tata cara pengoperasian alat. Dari pihak detik.com selaku penyelengara kegiatan memberikan beberapa materi, yaitu Tata cari penulisan Berita / Artikel, Tata Cara Fotografi, materi tentang tata cara pengiriman informasi berupa Artikel dan Foto, serta update status peserta yang akan terupdate otomatis pada http://aci.detik.com.

Alhamdulillah, setelah melalui proses yang panjang hingga briefing dan pembekalan dari panitia, maka saatnya kami untuk memulai petualang. Hal ini dengan tujuan untuk menjadikan Masyarakat Indonesia cinta Indonesia dengan cara menjelajahi dan menyampaikan ragam keindahan Indonesia mulai dari alam, budaya hingga masyarakatnya.

Nantikan kisah perjalanan kami disini. Inilah Indonesia, kalau kita tidak Bangga, siapa lagi? Ayo suarakan semangat Aku Cinta Indonesia.

Alhamdulillah bisa menang ACIDetikCom

Selamat!
Anda telah terpilih sebagai salah satu dari 66 Petualang Aku Cinta Indonesia yang diselenggarakan oleh Detikcom. Segera bersiap untuk menyebarkan semangat Aku Cinta Indonesia karena petualangan segera dimulai. Transportasi, akomodasi, dan uang saku akan ditanggung oleh penyelenggara.


Alhamdulillah, surprise dan kaget begitu menyadari kalau saya bisa masuk di antara 66 pemenang ACI untuk menikmati jutaan pesona dari 33 area di Indonesia. Bangga juga bisa menjadi satu-satunya wakil dari Gorontalo yang bisa masuk ke 1000 semifinalis dan 500 finalis dari 59.253 Pendaftar.

Campur aduk pokoknya perasaan saat ini, terimakasih yang tak terhingga buat semua doa dari rekan-rekan semua, terutama buat Jerry Montoliang atas info ACInya, buat Kharis Kustiawan atas bantuan Videonya dan Rampi Yusuf buat Foto-fotonya. Terimakasih.

Nantikan berbagi pengalaman dan informasi dari jalan-jalannya di blog ini. Semoga dapat menyebarkan semangat Aku Cinta Indonesia dengan berbagi pengalaman wisata.

(tulisan ini sudah diposting di blog terdahulu tepat pada saat pengumuman tanggal 6 September 2010)

Blog Archives

Just Click this


Yuk.Ngeblog.web.id
%d bloggers like this: