Kita Semua Harus Berbicara

Apakah anda lebih suka

Melompat keluar pesawat terbang tanpa parasut? ATAU Berbicara didepan orang banyak yang sangat asing bagi anda?

Bila jawaban anda yang kedua, jangan merasa tak enak. Banyak orang seperti anda. Meskipun setiap hari kita berbicara, toh sering kali hal ini sulit dilakukan, apalagi berbicara didepan khalayak ramai atau audience, dan terkadang juga kita dapat melakukannya dengan baik. Jalan menuju sukses, baik sosial maupun profesional, dilalui lewat berbicara (berkomunikasi). Bila anda tidak meyakinkan sebagai pembicara, maka jalan itu akan sangat buruk.

Pengalaman lain adalah seorang teman perempuan memberitahukan bahwa dia lebih berani melahirkan bayi beberapa kali pun dari pada melakukan presentasi (berbicara didepan umum). Kalau melahirkan, katanya, ia hanya harus menghadapi satu dua dokter, perawat dan suami yang menemani. Mereka adalah orang-orang yang sudah lama dikenal, baik hati, dan berada disana untuk membantu bukan mempersulit. Sebaliknya, ketika melakukan presentasi, anda harus berhadapan dengan orang-orang yang karakternya bermacam-macam dan kadang bisa menyulitkan anda. Mereka terkadang datang untuk mengambil manfaat, bukan memberi. Kadang mereka ingin menguji atau setidaknya ingin mengatakan, “Saya juga tahu kok,” atau “Saya tahu lebih dari sekedar yang anda sampaikan”.

Bersama Ibu Uga Wiranto di suatu acara di MCC - Manado

Tentu saja orang-orang yang mendengarkan presentasi kita tentulah tidak seburuk itu. Jika kita lihai, kita barangkali akan memperoleh manfaat yang sama besarnya dengan yang kita berikan. Jadi berbicara merupakan bentuk komunikasi manusia yang paling esensial, yang membedakan kita sebagai suatu mahluk hidup.

Menurut perkiraan, rata-rata orang mengucapkan delapan belas ribu kata sehari. Maka dari itu mengapa kita tidak mengembangkan keterampilan kita untuk menjadi pembicara terbaik? Marilah kita mulai dari sekarang!!!

5 Prinsip Berbicara

Saya jadi ingat saat pertama kali menjadi penyiar radio profesional di Mercurius FM, Makassar sekitar tahun 2000. Disana dalam training penyiar baru, saya dikenalkan dengan namanya 5 Prinsip berbicara atau yang setelah itu saya menyebutnya 5 Prinsip di depan Mic . Dalam berbicara kita selalu diatur dengan 5 prinsip yang akan membuat kita menjadi seorang pembicara (speaker) yang menarik untuk didengarkan dan diikuti. Kelima prinsip tersebut adalah:

1. Intonasi
Langgam atau nada suara, tinggi rendah suara dalam mengucapkan kata per kata atau suatu kalimat yang utuh.
2. Aksentuasi
Tekanan pada pengucapan baik pada titik, koma atau sesuatu yang penting.
3. Artikulasi
Pengucapan yang jelas baik pada kata perkata atau kata-kata kunci.
4. Power
Kejelasan suara pembicara dalam mengucapkan kata kata atau sedang berbicara. Hal ini adalah untuk mengukur keseriusan, suasana hati dan semangat pembicara dalam berbicara.
5. Speed / Space
Kemampuan untuk mengontrol kecepatan dalam berbicara dan mengenali saat untuk jeda dengan intonasi yang jelas dan tidak menggantung.

Ke-lima prinsip ini yang sering saya latih untuk saya selalu gunakan bukan hanya pada saat saya berhadapan dengan mic (menjadi penyiar radio), namun juga pada saat kapan saya harus berbicara. Dan dengan metode ini, saya merasa dalam berbicara kapan saja terkadang kita terbiasa seperti pembicara yang memperhatikan hal-hal diatas dalam merangkai kata.

8 Tips for Successful in Public Speaking

Berbicara, Berpidato, atau menjadi Pembicara Publik adalah sesuatu yang salah satunya pasti kita sering melaksanakannya, baik suka maupun tidak suka. Merasakan gugup sebelum berpidato adalah sesuatu yang alami dan sehat. Hal ini menandakan bahwa kita peduli dengan kegiatan kita, dan akan mengerjakan dengan baik. Tapi, terlalu gugup malah dapat mengganggu kita nantinya.

Berikut beberapa tips bagaimana kita dapat mengontrol gugup dan mengefektifkan Presentasi yang tak terlupakan:

1. Kenali Ruangan / Tempat. Pastikan anda merasa nyaman dengan tempat dimana anda akan berpidato atau berbicara. Datanglah lebih awal, berjalan mengitari area berpidato dan berlatihlah mengunakan mikrophone dan beberapa alat bantu visual.
2. Kenali Audience. Sapalah audience sesaat mereka tiba di tempat. Adalah sangat mudah berbicara dengan sekumpulan teman (yang kita telah sapa) daripada dengan sekumpulan orang asing.
3. Kenali Bahan. Jika anda kurang memahami materi atau merasa kurang paham dengan materi tersebut, gugup anda akan bertambah. Latihlah pidato anda dan revisi atau perbaiki jika perlu
4. Santai. Redakan ketegangan dengan melakukan banyak latihan
5. Bayangkan anda sementara berpidato. Bayangkan diri anda sedang berpidato, dengan suara yang keras, jelas dan meyakinkan. Ketika anda membayangkan diri anda sukses dalam berpidato maka anda akan sukses juga nantinya.
6. Yakinlah bahwa Audience menginginkan anda sukses. Audience menginginkan anda tampil menarik, bersemangat, informative dan menghibur. Mereka tidak menginginkan anda gagal.
7. Jangan Minta maaf terlalu sering. Jika anda menyebutkan kegugupan anda atau meminta maaf untuk masalah-masalah yang anda pikir terjadi saat anda berpidato dan terlalu sering, hal ini akan memecah konsentrasi audience anda.
8. Konsentrasi pada pesan bukan pada cara. Fokuskan perhatian anda jauhkan dari kegelisahan anda sendiri dan kegugupan anda akan hilang.

Impromptu
(Berbicara tanpa persiapan – dilakukan secara mendadak)

Adakalanya kita berbicara atau presentasi impromptu tanpa persiapan. Apa yang harus kita lakukan? Orang yang tak bisa melakukan ini tentunya akan gelagapan. Kakinya gemetar, suaranya sulit keluar, jalan pikirannya kacau dan kalimatnya tak terkendali. Akibatnya ia melantur, tidak terfokus, bahkan tidak lucu.

Setelah presentasi atau berbicara, ia barangkali merasa tegang, menyesal dan otaknya mengalami dissonance. Pembicaraan sudah beralih ke topik yang lain dan audience bisa jadi sudah melupakan penampilannya yang buruk, tetapi ia masih memikirkan yang tadi disampaikan.

Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa hal yang perlu dilakukan:

Pertama, pilihlah topik yang relevan dengan kegiatan yang diselenggarakan.
Kedua, kembangkan topik dengan membangun kaitan pada beberapa hal yang dapat dihubungkan.
Ketiga, aturlah pernafasan. Pandang mata audience dengan santai, ajak mereka berbicara seperti anda berbicara dengan teman, tapi gunakan kalimat yang sedikit resmi dan suara yang lebih kuat dari pada berbicara dengan beberapa orang.
Keempat, ingatkan diri anda agar selalu mengontrol bahasa tubuh anda. Jangan mengecilkan badan anda dihadapan audience dengan melipat bahu keatas, tangan ke dalam saku atau tangan yang terlalu aktif atau tempo suara yang terlampau cepat.
Kelima, gunakan metode bercerita. Bisanya orang tidak akan merasa sulit kalau bercerita, hal ini bisa dilaksanakan dengan menceritakan pengalaman namun yang berhubungan dan jangan sampai melantur.
Keenam, Tentu saja anda harus terfokus, ingat waktu, dan tidak bersikap sok pintar dengan menyebut banyak informasi teknis yang penting bagi orang lain. Lebih baik bicara sedikit tapi menarik dan mudah diingat dari pada bicara banyak tetapi tidak terfokus dan menyebalkan.

Pengalaman Impromptu saya bisa dibaca disini.

Penutup

Orang Sukses Adalah Pembicara Yang Sukses, Dan Sebaliknya

Sebagian besar orang sukses adalah pembicara-pembicara yang sukses. Tidak mengherankan, demikian juga sebaliknya. Jika anda telah mengembangkan kemampuan itu – dan itu dapat dikembangkan – kemampuan untuk dapat berbicara dengan baik, anda akan sukses. Kalau sudah menjadi orang sukses, anda dapat membuat diri anda lebih sukses dengan menjadikan diri anda pembicara yang lebih baik (good speaker).

Adapun ciri-ciri pembicara terbaik:

1. Mereka memandang suatu hal dari sudut baru, mengambil titk pandang yang tak terduga pada subyek umum
2. Mereka mempunyai cakrawala luas. Mereka memikirkan dan membicarakan isu-isu dan pengalaman luas di luar kehidupan mereka sehari-hari
3. Mereka antusias, menunjukkan minat besar pada apa yang mereka perbuat dalam kehidupan mereka dan pada apa yang kita katakan pada kesempatan itu
4. Mereka tidak pernah membicarakan diri mereka sendiri
5. Mereka sangat ingin tahu (curiosity). Mereka bertanya “Mengapa”? Mereka ingin lebih mengetahui tentang apa yang kita katakan.
6. Mereka memberikan ketegasan. Mereka berusaha menempatkan diri pada posisi kita untuk memahami apa yang kita katakan.
7. Mereka mempunyai selera humor. Dan mereka tidak keberatan mengolok-olok diri sendiri.
8. Mereka mempunyai gaya bicara sendiri.

Sebagai penutup saya ingin berbagi dengan pengalaman saya minggu lalu saat saya mengajar di dalam kelas. Saya menganti topik saya saat itu dengan ‘berbicara’. Hal ini saya lakukan karena saya menginginkan mahasiswa saya bisa berbicara dan mampu menyusun ide kapan saja mereka harus mengeluarkan ide tersebut. Saya berikan 10 topik berupa kata-kata yang berhubungan dengan bidang ilmu mahasiswa saya, dan semua harus berbicara dalam maksimal 3 menit dengan persiapan 1 menit. Saya bersyukur semuanya bisa tampil maksimal bahkan ada 10 yang tampil sangat baik (menurut saya).

Diakhir pertemuan saya mengatakan kepada mereka bahwa “berbicara bukan hal yang mudah, apalagi dalam persiapan yang sangat terbatas, namun kalian telah melaksanakan hal itu dengan keberanian dan kemampuan, dan saya menghargai itu“. Ternyata mereka juga sangat tertarik karena ada beberapa diantaranya yang baru pertama kali berbicara, Nah lho, ternyata berbicara itu bukan ketakutan lagi kan, tapi juga menyenangkan. 🙂

References:
Larry King, Seni Berbicara Kepada Siapa Saja, Kapan Saja, Dimana Saja, 1998, Gramedia, Jakarta
Rhenald Kasali, Sukses Melakukan Presentasi, 2004, Gramedia, Jakarta
http://www.e-psikologi.com/pengembangan/100303.htm

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. Hardiyanto Takula
    Oct 30, 2011 @ 16:34:56

    wah…ilmu yg bermanfaat nih, terimakasih pencerahannya, mohon izin utk mengamalkannya ya 🙂 sukses menulis

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Archives

Just Click this


Yuk.Ngeblog.web.id
%d bloggers like this: