Sudahkah ngurus e-KTP ?

Electronic KTP atau e-KTP saat ini lagi marak di Indonesia. Program Kementrian Dalam Negeri yang dimulai pada tahun ini dengan target harus selesai tahun ini juga tentunya merupakan cita-cita yang bagus dari pemerintah kita. Lepas dari kejadian carut marut dibelakang kegiatan ini, saya kok tertarik buat bercerita tentang pengalaman dan impian dengan e-KTP ini. Bagaimana dengan anda?

 

Ya, e-KTP!, minggu lalu saya mengurus langsung (karena emang gak bisa diwakilkan) di Kantor Kecamatan setelah sebelumnya saya kesana malam hari dan ternyata dah tutup. Pagi itu saya rencakan sebelum ke kampus untuk mampir dan ngurus. Karena biasanya pagi belum terlalu banyak yang ngantri, dan memang benar. Setelah tiba di Kantor Kecamatan dan setelah menemui beberapa pegawai kecamatan yang saya kenal juga, saya dipersilahkan untuk menunggu antrian yang hanya 5 orang saat saya tiba.

Prosesnya gak terlalu lama, sekitar 5 sampai 7 menit saja. Hal pertama diawali dengan pengambilan gambar (foto), setelah foto proses selanjutnya pencocokan identitas dari Nama, Tempat tanggal lahir, alamat, agama, golongan darah, pekerjaan, status pernikahan. Bila tak ada perubahan proses dilanjutkan dengan proses Scaning 4 jari kanan selain ibu jari, kemudian dilanjutkan dengan jari kiri dan terakhir dua jempol. Proses berlanjut dengan digital Signature dari kita pada pad yang telah disediakan. Kemudian berlanjut scaning retina mata dengan alat khusus. Semuanya di import kedalam data digital dan masuk dalam record atas nama kita lengkap dengan Foto dan identitas tadi. Proses selesai dengan kita menandatangani sekali lagi pada pad yang tersedia. Simple dan Cepat prosesnya.

Proses Foto

Fingers Scanning and Signature

Perasaan lega setelah mengurus e-KTP bercampur dengan bayangan bahwa kita gak bisa lagi mempunyai dua KTP atau lebih. Data kita apa saja nantinya akan terintegrasi dengan data-data lainnya, misalnya data keuangan berupa tabungan, gaji, pendapatan, asuransi bahkan hutang atau kredit di lembaga-lembaga finance dimana saja. Bayangan seperti di film-film Hollywood seketika muncul, saat dimana kita terlibat masalah hukum (amit-amit) maka dengan adanya sentralisasi data ini akan dengan mudah terekam dan menjadi Negative Data dari diri kita. Segala data kita akan mudah dilacak oleh yang berwajib saat kita melakukan kesalahan bahkan kebaikan sekalipun. Karena nantinya semuanya akan tersimpan dengan baik dipusat data.

Eyes Scanning

Saya jadi ingat cerita yang pernah dishare di milis beberapa saat yang lalu tentang apa yang akan terjadi saat e-KTP nantinya dah digunakan, berikut ceritanya (lepas dari joke or real ya…) :

Inilah rekaman percakapan telepon pemesanan Pizza pada thn 2020 (e-KTP) :

Operator [O]: Terima kasih anda telah menghubungi Pizza Hot, Ada yang bisa saya bantu?
Konsumen [K]: Saya mo pesan pizza.

O: Boleh minta nomor KTP anda?
K: 6102049998-45- 54610.

O: Ok pak Bejo, dari database kami Bapak tinggal di Jl Tebet 16,  telepon rumah Bapak 03153443817 kantor 03153424256 Hp 0813316789111
K: Apa saya biss pesan Seafood Pizza?

O: Itu bukan ide yang bagus pak.
K: Kenapa?

O: Dr medical record Bapak, Bapak punya tekanan darah tinggi & kolestrol yang berlebihan.
K: Jadi kamu merekomendasikan apa?

O: Mungkin Bapak bisa memesan Low Fat Hokkien Mee Pizza.
K: Dari mana kamu tahu kalo saya bakal suka?

O: Hmm minggu lalu Bapak baru pinjam buku denganjudul “Popular Hokkien Dishes” di Perpustakaan Nasional.
K: Ok terserah, sekalian saya pesan paket keluarga, berapa semuanya?

O: Tp paket keluarga kami tdk cukup utk anak anda yg 7 org pak, total keseluruhan Rp. 190.000.
K: Bisa saya bayar dengan Kartu Kredit?

O: Bapak hrs membayar cash, kartu kredit Bapak telah over limit, & Bapak punya utang di bank sebesar Rp. 5.350.000 sjk bln Agustus lalu, itu blm termasuk denda tunggakan kontrak rmh & kendaraan.
K: Ooh ya sudah, nanti saya ke ATM aja untuk narik duit sblm org mu datang.

O: Mgkn nggak bs jg pak, record Bapak menunjukkan bahwa batas Bapak menarik uang di ATM habis.
K: Busyet….. udahlah anterin aja pizzanya kesini, saya akan bayar cash disini, berapa lama Pizza diantar?

O: Sekitar 45 menit pak, tp kalo Bapak tidak bisa nunggu, Bapak bisa ngambilnya sendiri dengan motor bebek Bapak yg butut.

K: APA…?
O: Menurut catatan kami, Bapak memiliki motor bebek tahun 2000 dengan nopol B3344CD betul kan?

K: Sialan, bangsat, kagak sopan banget seh buka-buka record gue, blom pernah ngerasain ditonjok ya!

O: Hati2 dgn ucapan Bapak, apa Bapak tidak ingat 15 Mei 2010 Bapak pernah di penjara 3 bulan karena mengucapkan kata kotor pada polisi?

K: (Diam, pusing 700 keliling)

O: Ada yg lain pak?
K: BATALIN AJA!!!  Grrr…..!

Selamat memakai e-KTP…..!.

 

Advertisements

3 Comments (+add yours?)

  1. irwankarim
    Oct 27, 2011 @ 07:11:09

    Hmmm di Dungingi ente wa… 🙂

    Reply

  2. Mama Rani
    Oct 30, 2011 @ 18:15:49

    Mending telponnya ditutup aja dah klo gitu… Kelamaan ngomongnya.. Mahal bayarnya. Pizza yang diinginkan pun tak didapat ;D

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Archives

Just Click this


Yuk.Ngeblog.web.id
%d bloggers like this: