Traveling dulu, baaaruu NgeMC : atau sebaliknya

Jalan-jalan bagi saya adalah menyenangkan. Jalan-jalan juga bagi saya adalah saat dimana saya melepaskan kepenatan dari rutinitas. Yah, barangkali hampir sama dengan beberapa orang tentang makna jalan-jalan. Adalah menjadi sesuatu yang membuat saya deg-degan apabila dalam kegiatan jalan-jalan saya harus bersiap untuk aktifitas saya lainnya. NgeMC misalnya.

Oya, MC atau Pewarta Acara atau Master of Ceremony adalah salah satu pekerjaan saya disamping pekerjaan utama saya sebagai praktisi pendidikan. Dan kegiatan ini yang (menurut saya) memberikan andil lebih untuk ‘mendukung‘ kegiatan saya untuk jalan-jalan. Paham kan maksud saya 🙂 . Nah, dalam beberapa kegiatan traveling saya, saya sering berhadapan dengan situasi harus ngeMC acara terutama Wedding Party. Menghadapi situasi seperti ini tidak ada yang saya lakukan selain berdoa untuk semua perjalanan saya selamat sampai Gorontalo tanpa delay yang berarti.

Bersama Petty saat ngeMC Wedding Party Funco dan Moni

Bersama Surya Thalib, salah satu partner MC saya

Pengalaman pertama saya adalah ngeMC pernikahan teman saya Funco Tanipu dan Moni Tuli, ini terjadi tahun 2009, saat itu saya menghadiri pernikahan teman saya di Tulungagung Jawa Timur. Awalnya Funco tidak memberitahukan rencana pernikahannya, barangkali dia ingin memberikan ‘surprise’, namun karena ketidak tahuan saya itu maka rencana untuk ke Tulungagung itu saya rangkaikan dengan jalan-jalan saya, kali ini pilihan saya akan melanjutkan ke Yogya. Namun setelah persiapan saya untuk berangkat itu selesai, barulah informasi pernikahan Funco diinformasikan ke saya dan ternyata dia meminta saya untuk menjadi MC buat Wedding Partynya. Dalam keterkejutan saya juga dilema saya berfikir bahwa saya tidak akan melamakan jadwal jalan-jalan saya. Jadinya setelah pesta resepsi nikahan teman di Tulungagung, saya segera bergegas ke Solo dan membatalkan ke Yogya. Hal ini karena direct flight yang bisa tiba dalam satu hari ke Gorontalo itu adalah Sriwijaya yang saat itu First Flight dari Adi Sumarmo Solo, kemudian ke Jakarta. Nah dari Jakarta langsung ke Hasanudin Makassar, tiba di Makassar pukul 16.00 dan pesawat berlanjut ke Gorontalo dan tiba di Jalaludin Gorontalo pukul 17.00. Alhamdulillah saya bisa tiba di rumah satu jam sebelum harus meluncur ke Gedung Resepsi untuk siap-siap ngeMC bersama teman saya Patricia Panigoro. Kejadian yang sama beberapa kali saya alami seperti pernikahan teman saya Tety, saat itu saya balik Gorontalo tepat Hari H pernikahannya dan alhamdulillah perjalanan dengan Batavia dari Juanda Surabaya – Jalaludin Gorontalo tidak mengalami Delay dan tiba sesuai jadwal.

Pengalaman lainnya yang bikin deg-degan ada juga, kali ini saya hanya dari Manado dan menggunakan Mobil ke Gorontalo-nya. Sesuatu yang deg-degan terjadi disini bukan karena deg-degan terlambat tiba di Gorontalo, tapi karena mendadak pasangan MC saya (Surya Thalib) mendadak membatalkan jadwalnya pagi hari pada hari H karena dia harus mendadak ke Yogya. Yang membuat saya bingung karena yang mengajak saya ngeMC adalah teman saya itu, dan menjadi kebiasaan saya kalau diantara kita mendapatkan job duluan, maka partner pendamping biasanya siap aja pada jam D perform NgeMC. Keadaan menjadi kalut karena saya gak kenal yang punya hajat, undangan buat pegangan ngeMC saya gak pegang juga, yang punya hajatan maunya MC tetap berdua dan parahnya saya masih dalam perjalanan Manado – Gorontalo.

Dalam suasana panik karena setelah mendapatkan telepon dari yang punya acara dan mengatakan ‘yang MC harus dua ya Pak…‘. My God, dimana saya mendapatkan partner MC dalam waktu yang singkat ini? Semua MC perempuan yang juga teman-teman saya ternyata sudah punya jadwal ngeMC malam itu juga jadi kemungkinan mendapatkan partner MC sangat kecil. Dalam keputus asaan saya mencoba ngetweet di akun twitter saya @aguslah… ‘Susahnya cari MC Cewek di Gorontalo…‘ dan ternyata tweet saya di comment oleh salah seorang teman saya @Neeva dengan ‘coba ajak saya…..‘, Walah saya merasa ini adalah peluang bagi saya. Neeva yang saya kenal adalah mantan penyiar radio ditempat saya dulu siaran dan pastinya punya kecakapan untuk perform juga. Segera saya menelpon Neeva dan memastikan bahwa dia bisa membantu saya untuk mendampingi saya malam itu. Dan singkat cerita dia bersedia untuk mendampingi dengan satu syarat saya bisa men-training sebelum perform. DEAL….

Bareng Neeva, yang menyelamatkan saya dan menemani ngeMC 'dadakan'

Setelah tiba di Gorontalo ternyata saya hanya punya waktu 1 jam untuk bersiap dan mentraining Neeva dan ini saya lakukan 15 menit di backstage sebelum kami berdua tampil. Alhamdulillah, saya tak henti-hentinya mengucapakan syukur dan terimakasih ke teman saya ini, karena kalau tanpa dia entah siapa lagi yang bisa mendampingi saya malam itu. Dan alhamdulillah acara malam itu bisa kami pandu dengan baik sampai acara berakhir.

Pengalaman lainnya adalah minggu lalu, saat saya harus NgeMC Wedding Party anaknya Orang Nomer 1 di Gorontalo. Entah memang sudah berjodoh saya yang harus MC kegiatan itu maka kebiasaan saya selalu mengakhiri traveling untuk kembali ke Gorontalo biasanya hari Minggu, maka pada minggu lalu saya membeli tiket untuk pulang malah hari Sabtu, alasan saya karena pengen fresh one day sebelum mulai kerja hari Senin.

Nah, informasi tentang pernikahan tersebut saya sudah dapatkan pada saat saya berada di Medan. Saya memberanikan menghubungi Sespri Gubernur untuk menanyakan siapa yang akan menjadi MC Wedding Resepsi nanti, teman saya mengatakan bahwa semuanya diurus oleh panitia dan gak tau siapa yang akan menjadi MC. Singkat cerita saat saya lagi bersiap untuk check out dari hotel dan bersiap melanjutkan traveling saya ke Kuala Lumpur, maka saya mendapatkan telepon dari nomer yang tidak saya kenal dan ternyata nomer itu dari Seksi Acara Resepsi Pernikahan tersebut dan meminta saya untuk ngeMC acara malam resepsi tanggal 17 September. Alhamdulillah, pucuk dicinta ulam tiba, demikian pikiran saya, keinginan yang memang saya telah idam-idamkan akhirnya saya juga yang mendapatkan kesempatan ini.

Bareng Lina Dumbi, Partner saya MC di Wedding Party orang nomer 1 di Gorontalo

Tetap bisa tersenyum meskipun capek ngeMC plus capek perjalanan

Namun ada keraguan yang mendatangi karena saya balik Gorontalo pada tanggal 17 itu juga, walaupun saya sedikit ‘harap-harap cemas’ karena kepulangan saya ke Gorontalo dengan flight yang (bila tanpa alasan delay) tiba Gorontalo pukul 16.00. Saya menginformasikan ke panitia bahwa saya bisa namun saya jelaskan saat ini saya belum berada di Gorontalo dan baru pulang tanggal 17 itu juga, dan mereka menyetujui. Pada hari Sabtu tanggal 17 September, pagi hari sebelum saya check out dari hotel menuju bandara saya mendapatkan SMS dari airlines yang menginformasikan bahwa pesawat saya delay. OMG, saya mendadak panik tanpa memperhatikan delay berapa lama, karena saat itu saya teringat delaynya pesawat saya dari Medan ke Kuala Lumpur sampai 6 jam, ampunnn… Sekali lagi saya lihat SMS tersebut dan ternyata delaynya hanya 20 menit dari jadwal sebelumnya. Alhamdulillah pikir saya saat itu.

Dalam perjalanan ke Bandara saya mendapatkan telepon dan Panitia dan partner MC saya menanyakan posisi saya, saya informasikan bahwa saya dalam perjalan ke Bandara dan insya Allah tiba di Gorontalo jam 16.30. Saya bersyukur delay perjalanan penerbangan saya hanya satu kali dan pesawat berangkat ke Gorontalo tepat pukul 14.50 dan tiba di Gorontalo 1 jam 20 menit kemudian. Panitia ternyata telah menjemput saya di Bandara sore itu dan segera membawa saya ke Gedung resepsi. Tiba di Gedung resepsi pukul 17.30 dan saya punya waktu 30 menit untuk diskusi acara dan lain-lain. Segera setelah itu saya bersiap pulang dan bersiap untuk perform malam nanti. Alhamdulillah semuanya bisa berjalan sesuai dengan rencana dengan hasil yang memuaskan bagi yang punya acara dan panitia juga.

Demikian beberapa pengalaman saya yang diburu oleh harus tampil membawakan beberapa acara namun disaat bersamaan saya juga berburu dengan perasaan harap-harap cemasjangan sampai ada delay pesawatnya, jangan sampai ada kesalahan teknis, dan berdoa semoga perjalanan bisa tiba tepat waktu. Disisi lain capek yang tentunya membutuhkan istrahat setelah tiba, namun saya lawan dengan kepuasan untuk tampil ngeMC. MC adalah passion saya, sama dengan Traveling yang juga passion bagi saya. Saat keduanya datang bersamaan seperti cerita saya diatas, maka kecapean tidak akan pernah saya rasakan saat saya harus tampil. Profesionalisme sebagai MC yang harus tampil maksimal apapun keadaan saya, menuntun saya untuk tidak pernah mengeluh capek dan selalu fresh atau selalu siap 100 % untuk itu. Ahhh dua kegiatan dan ‘profesi‘ yang sangat mendukung dan menyenangkan bila dijalani sepenuh hati. Jadi Traveling duluuuu baaruu ngeMC atau bisa juga dibalik NgeMC dulu (nyari dana) baaaruuuu Traveling 🙂

Advertisements

3 Comments (+add yours?)

  1. Neeva Nodra
    Sep 26, 2011 @ 05:41:51

    Ditunggu cerita pengalaman yang unik di kota kota yg sudah di kunjungi

    Reply

  2. Trackback: (My) November « Agus Lahinta's Page

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Archives

Just Click this


Yuk.Ngeblog.web.id
%d bloggers like this: