IELTS Test kedua yang menyenangkan

Kemarin (20 Agustus) adalah hari yang bersejarah bagi saya bukan saja karena pertama kali selama saya puasa di Makassar gak tidur lagi habis subuh tapi karena kemarin adalah waktu nya Test IELTS bagi kami 50 Peserta Pelatihan IELTS beasiswa DIKTI. Yah, IELTS Test akhirnya datang juga & kami sangat excited mengikutinya kemarin. Ini adalah puncak dari 4 bulan pelatihan yang kami telah ikuti. Beragam kemajuan kami rasakan dalam 4 faktor penilaian dari IELTS seperti Listening, Reading, Writing dan juga Speaking.

Pagi itu bersama teman-teman yang sudah berkomunikasi lewat Group BBM kami, kami saling mengingatkan untuk jangan terlambat, better untuk tiba lebih awal agar kita bisa lebih tenang menghadapi test nantinya. Walaupun dalam kegiatan pelatihan per dua minggu sekali kami mendapatkan simulasi Test IELTS lewat progress test, namun real test tentunya mempunyai sensasi yang lain rasanya. Tegang dan Nervous pastinya gak bakal jauh-jauh dari situ.

Tiba di gedung Rektorat UNM, tempat kegiatan dilaksanakan, saya yang saat itu bareng dua temen saya dari Kupang mendapati beberapa temen lainnya sudah pada datang, namun panitia yang belum kelihatan tibanya. Pukul 8.00 yang dijadwalkan kami harus sudah tiba karena proses administasi dan juga memasuki ruang ujian akan dimulai pada jam itu, namun kenyataannya belum jelas. 8.30 kami baru melihat panitia dan juga panitia dari IALF Bali (yang menyelengarakan Test kami kali ini) tiba dilokasi. Berbagai persiapan dilaksanakan sehubungan dengan test, dan kami baru bisa masuk ruang ujian satu jam selanjutnya.

Saya bersyukur awal April lalu saya telah mengikuti test yang sama yang diselenggarakan oleh IDP Jakarta, jadinya saya punya pengalaman yang bisa saya gunakan untuk test kedua ini, dan yang lebih penting saya punya target untuk meningkatkan score brand saya dari test sebelumnya. Secara garis besar di test kali ini saya agak merasakan tidak begitu terbebani dan lebih enjoy, berbagai persiapan dan latihan yang sudah saya lalui membuat rasa percaya diri saya menghadapi test.

Dari 3 test awal, Reading yang saya rasakan ada peningkatan, bukan hanya kepercayaan diri dalam menjawab begitu tinggi karena saya mencoba menikmati untuk mencermati bacaan namun juga disebabkan materi 3 reading yang diberikan sangat bersahabat bahkan beberapa pertanyaan yang diberikan secara pharaprase dapat saya jawab. Alhamdulillah. :-). Begitu juga dengan Writing, walaupun pada Task 2 saya merasa agak kurang maksimal karena topiknya saya rasa terlalu berat, namun saya merasa agak sedikit lebih baik dari test Writing pada test April lalu, dalam arti saya bisa membuat tulisan sebanyak 250 kata. Pada writing ini juga saya merasakan kebahagiaan bisa maksimal mengerjakan Task 1 karena soal yang ada sangat bersahabat dan perbandingan dari tabel yang ada hanya dua perbandingan. 🙂

Dua jam 40 menit waktu yang diberikan untuk Listening, Reading dan Writing berlalu sudah dengan masing-masing dari kami yang menyimpan greget setelah selesai ujian. Meskipun ada yang merasa sedih karena missing beberapa soal namun kebanyakan merasakan kemudahan saat menjawabnya. Rasa syukur tidak henti-hentinya saya dan teman-teman ucapkan.

Sekarang saatnya kami menantikan giliran untuk test akhir yakni Speaking. Test yang akan memakan waktu masing-masing 15 menit ini akan berhadapan langsung dengan Native Interviewer, saya mendapati Allana sebagai interviewer saya. Sekilas melihat Allana orangnya sangat friendly bahkan terlalu baik dari kesan pertama melihatnya. Aksen British yang berpadu dengan Australia nampak jelas pada saat dia berkomunikasi. Satu hal yang saya sangat sukai saat berbicara dengan Native adalah dialegnya. Dan saya beruntung mendapatkan si friendly Allana.

Setelah menunggu 5 teman saya yang speaking diawal, tibalah giliran saya untuk sessi speaking. Rasa percaya diri yang saya padukan dengan latihan-latihan yang ada membawa saya melangkah dengan pasti ke ruangan dimana Alana sudah menanti kedatangan saya. Tiba didepan ruangan saya mengetuk pintu & Allana kemudian muncul dan menyapa saya dengan ‘Hi, How are you?‘ Dengan dialeg khasnya serta senyumnya yang tidak ketinggalan.

Kemudian dia mempersilahkan saya masuk dan duduk. Seperti biasa saat speaking test, interviewer akan brainstorming dengan kandidat untuk membuat kandidat merasa nyaman dengan sesi Speaking ini. Hal itu juga yang ditunjukan oleh Alana ke saya. Setelah dia melihat saya merasa nyaman, dia kemudian sudah menghidupkan recording tapenya dan mulai menanyakan beberapa pertanyaan di Task 1, seperti Nama lengkap, pekerjaan saya dan apakah saya akan melanjutkan pekerjaan saya ini. Dia juga menanyakan tentang opini saya tentang keinginan saya akan pekerjaan saya.

Pertanyaan berlanjut dengan Task 2 berupa pertanyaan dari Cue Card. Dan topik yang saya dapatkan mengenai Sport. Saya bercerita tentang pengalaman pertandingan olah raga yang pernah saya tonton dan seputarnya. Task 3 dalam speaking Allana menggali opini saya tentang Sport dan culture di Indonesia dan juga apa Olah raga paling populer di Indonesia. Saya mencoba menjawab dengan santai dan juga tetap memperhatikan Pronounce, Fluent dan Grammar yang merupakan faktor penilaian di Speaking ini. 15 menit setelah waktu saya habis Allana mematikan recording tapenya, namun ternyata itu bukan akhir ‘speaking’ saya dengan dia. Dia kemudian masih memancing saya untuk berbicara, berbagai diskusi kami lakukan disamping tentang olah raga kami juga berdiskusi tentang kebiasaan di Indonesia dan Australia, berbicara tentang rencana studi saya, tentang cara meningkatkan kemampuan bahasa inggris dari beberapa pengalaman anak didiknya yang walau bukan dari jurusan bahasa inggris namun bisa meningkatkan kemampuanya dalam bahasa inggris dengan maksimal. Tidak terasa waktu saya berbicara dengan Allana hampir 30 menit, dengan memperlihatkan banyaknya list teman-teman yang akan test setelah saya makan perbincangan itu kami akhiri. Kesan yang bersahabat dan menghilangkan ketidak percayaan diri yang saya tangkap dari interviewer saya kali ini.

Akhirnya seluruh rangkain kegiatan test saya berlalu juga. Capek dan juga penat saya tidak rasakan lagi. Semuanya serasa lepas setelah seluruh rangkaian kegiatan ini selesai juga. Semoga hasil maksimal bisa saya dapatkan nanti dengan harapan ada peningkatan dari hasil test sebelumnya, aminn…

Advertisements

2 Comments (+add yours?)

  1. hari
    Sep 08, 2011 @ 18:58:46

    waktu pelatihannya hari apa saja pak, dan brapa jam sekali pertemuan?. Maaf tanya berhubung saya calon peserta pelatihan inggris batch 2 DIKTI. terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Archives

Just Click this


Yuk.Ngeblog.web.id
%d bloggers like this: