Catatan Kecil untuk Indonesiaku

Bagimu Negeri, Jiwa Raga Kami…..

Hari ini yang merupakan hari bersejarah Bangsa Indonesia terasa sangat spesial karena hari ini 17 Agustus bersamaan dengan 17 Ramadhan yang berarti sama suasananya dengan 66 tahun lalu. Suasana Bulan Ramadhan dimana saat yang sama Dwi Tunggal tokoh bangsa Bung Karno dan Bung Hatta memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Merenungi kemerdekaan Negara kita saat ini bagi saya pribadi seperti berhadapan pada dilema dan komplikasi perasaan. Kecintaan terhadap Indonesia yang telah ada sejak saya mengenal makna kemerdekaan dan perjuangan juga menyadari kebesaran dan kekayaan Indonesia.

Saya jadi ingat tahun lalu saat saya mengikuti Kompetisi Petualang Aku Cinta Indonesia (PetualangACI) yang diadakan DetikCom, salah satu pertanyaan awal yang ditanyakan diawal bagi kami pendaftar adalah ‘Jelaskan kenapa anda Cinta Indonesia?’. Entah kenapa saat itu terlintas cepat dalam benak saya dalam menjawab pertanyaan itu bahwa ‘ Saya Cinta Indonesia adalah karena tiga hal, Pertama: Karena Indonesia itu Negara yang Indah alamnya, Kedua: Karena Indonesia kaya akan kebudayaan serta adat istiadatnya, Ketiga: Karena Indonesia besar dengan cerita perjuangan tokoh-tokoh masa lalunya’.

Ketiga faktor itu yang sampai saat ini membuat saya tetap cinta Indonesia dan mensyukuri bisa terlahir sebagai anak Indonesia. Namun ironisnya saat rasa cinta itu membara disatu sisi miris bahkan muak dengan kondisi pemerintahan dan apa yang dipertontonkan oleh para pelaku republic saat ini. Kebohongan, ketidak adilan, korupsi menjadi sesuatu yang menjadi lumrah di negeri ini. Ironis memang kalau kita melihat semua ini bukanlah tujuan serta cita-cita dari para Founding Father Bangsa ini seperti Bung Karno, Bung Hatta, Syahrir, Agus Salim dan lain-lain. Kesejahteraan, Kemakmuran dan Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia hanya menjadi slogan yang tertempel rapi di dinding-dinding namun bukan dalam aplikasi di masyarakat.

Saat ini, saat dimana semua media baik televisi dan social media yang bergantian menampilkan potret kemerdekaan dan lain-lain. Disatu sisi ada gerakan nasionalisme dari berbagai SocMed tentang Kecintaan Indonesia, Kebangaan Indonesia dan Pengalangan Peduli Indonesia terasa miris saya rasakan bila disaat bersamaan saya melihat ‘drama’ politik yang terjadi yang berbarengan dengan beberapa konflik diberbagai daerah perbatasan yang menginginkan kemerdekaan.

Kesadaran untuk menyelamatkan Indonesia harus kita mulai, selamatkan Indonesia dari sekarang. Indonesia yang makmur yang berkeadilan, adil berkemakmuran yang merupakan cita-cita pendiri bangsa ini. Negara kita kaya, Negara kita mempunyai banyak potensi untuk itu, namun kesadaran untuk mengelola masih belum maksimal dimiliki oleh para yang diberi amanat di Negara ini. Bersamaan dengan semangat 17 Agustus yang juga 17 Ramadhan ini, semoga kesadaran yang sama yang dimiliki oleh pendiri bangsa 66 tahun lalu, yang menginginkan kesejahteraan untuk rakyatnya dapat direnungkan oleh semua kita komponen bangsa ini, terutama para pemegang amanah.

Dirgahayu Negeriku, Dirgahayu Bangsaku. Jayalah Indonesia, sampai kapanpun Aku Cinta Indonesia. MERDEKA!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Archives

Just Click this


Yuk.Ngeblog.web.id
%d bloggers like this: