Socrates, saya dan sekeliling kita

Seorang ahli filsuf Yunani, SOCRATES pernah berkata bahwa ia tidak tahu apa-apa. Jika kita berfikir dengan kebesaran seorang Socrates yang kita tahu sekarang, barangkali kita akan mengatakan bahwa dia mengada-ngada atau hanya becanda dengan mengatakan semua itu. Namun apa yang dia katakan barangkali bukan hanya sekedar bualan saja, tapi adalah bener. Karena terkadang kita semakin menyadari bahwa semakin banyak yang kita tahu maka yakinlah kita masih banyak yang kita tidak ketahui.

Memiliki semangat seorang Socrates tentunya terbuka peluang bagi siapa saja: saya, anda dan kita semua. Keseharian saya sebagai dosen (contohnya), saya mengajar salah satu Mata Kuliah yakni Bahasa Inggris. Menyenangkan sekali apa yang saya alami dan lakukan, karena barangkali disinilah saya bisa mengeksplore kemampuan saya berbicara (English). Walaupun terkadang saya menyadari mereka (mahasiswa) saya terbengong-bengong dengan apa yang saya katakan.

Satu persatu kalimat saya ucapakan saya coba terjemahkan untuk membuat mereka mengerti akan apa yang telah saya ucapkan. Terkadang saya mencoba untuk memberikan penyemangat bagi mereka, dengan mengatakan bahwa, ‘untuk belajar Bahasa bukan hanya belajar, belajar dan belajar, namun sekarang saatnya kita membutuhkan latihan, latihan dan latihan. Bagaimana mungkin kita bakalan bisa kalau apa yang kita pelajari tidak kita praktekkan?

Speaking English is not How Right You Speak BUT is how Brave you Do

Kalimat itu yang selalu saya ungkapkan dan dengung-dengungkan untuk menyemangati mereka. Sedikit yang kita ketahui janganlah kita merasa minder. Banyak pun janganlah menjadikan kita sombong. Terkadang saya merasa saya bukanlah apa-apa dibandingkan dengan teman-teman lainnya…

Disatu pihak kadang kita tidak menyadari bahwa apa yang sedikit yang kita sampaikan akan sangat berarti bagi yang lain. Contohnya saya mendapat pengakuan ‘jujur’ dari mantan mahasiswa saya yang mampir ke blog saya, ternyata dia salah satu yang merasa Bahasa Inggris adalah momok, namun hal ini menjadi sesuatu yang tidak lagi baginya setelah saya bisa membawa sesuatu yang menyenangkan dalam kelasnya.

contohnya saya kemarin pernah diajar bhs. inggris sama pak agus, sebenarnya saya ngak suka sama sekali ma yg namanya bahasa inggris tapi sejak pak agus yg ngajar jadi mulai tertarik heheh [my student’s said]

Nah barangkali bukan karena saya (saja) namun karena adanya usaha dari mahasiswa tersebut, kalo gak maka nilainya akan jeblok, hehehe.

So, kadang kita merasa bahwa kita tidak bisa apa-apa, tapi dalam kesimplean prinsip ini kita menyimpan kesempurnaan pikir. Untuknya, janganlah selalu merasa kita lebih, karena lebih itu akan menyamarkan kemampuan kita lainnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog Archives

Just Click this


Yuk.Ngeblog.web.id
%d bloggers like this: